Baca disiniMau punya blog sendiri ? Ikuti panduannya disini. Gratis !

NSA lakukan uji coba Smartphone Boeing dengan system self-destruction

Sekitar 2 tahun yang lalu, Boeing mengajukan proposal kepada Federal Komisi Komunikasi tentang rencana untuk meluncurkan smartphone rahasia yang dikhususkan untuk para agen rahasia, mata-mata, dan pihak militer.

Namun tampaknya rencana tersebut benar-benar dijalankan, setelah Boeing secara resmi meluncurkan smarthphone dengan kemampuan self-destruction atau penghancuran diri.

Pernah melihat adegan-adegan pada film James Bond?, di film tersebut tentu kita sering melihat agen rahasia 007 tersebut selalu dilengkapi dengan peralatan super canggih mulai dari jam tangan hingga telepon genggam dengan ciri khas agen rahasia.

Misalnya saja mulai dari kecanggihan kemampuan identifikasi orang yang hanya dengan menggunakan kamera, sampai penggunaan sensor sidik jari untuk senjata yang sudah dipersonalkan, sehingga tidak semua orang bisa menggunakannya.

Bahkan tidak jarang kita melihat adanya adegan yang paling sering di temui di film-film sejenis, yaitu penghancuran data rahasia melalui media yang digunakan  agar informasi rahasia tersebut tidak jatuh ketangan musuh.

Memang beberapa kecanggihan tersebut belum semuanya diciptakan secara nyata, tetapi kali ini Boeing benar-benar mewujudkan salah satunya.

Ponsel pintar atau smartphone Boeing black, akhirnya secara resmi di uji coba bersama dengan Pemerintah Amerika untuk melakukan enkripsi komunikasi dan pengetesan fitur penghancuran diri yang dibenamkan terhadap ponsel pintar tersebut jika telah jatuh ke pihak yang tidak diinginkan.

Boeing black sendiri merupakan telepon pintar yang nantinya dikhusukan untuk agen rahasia, militer dan anggota dari NSA sendiri (National Security Agency of the US) dan memperbolehkannya untuk melakukan komunikasi secara aman di antara organisasi rahasia maupun individual yang terdapat didalam satu jaringan dengan fitur self-destruction.

Arti dari self-destruction sendiri bukan berarti telepon tersebut akan meledak, tetapi ponsel tersebut secara mandiri akan mematikan sistemnya sendiri agar tidak bisa beroperasi lagi.

Jika seseorang melakukan kesalahan saat melakukan percobaan membuka atau melakukan modifikasi terhadap ponsel pintar tersebut, maka secara otomatis telepon pintar tersebut akan melakukan self-destruction dan akan non aktif untuk selamanya.

Tentu saja untuk keselamatan, ponsel dengan sistem penghancuran diri tersebut tidak akan menyimpan informasi apapun dan hanya berfungsi sebagai penghubung antar agen dan penerima.

Ponsel ini dilengkapi dengan fitur Dual sim yang secara bergantian bisa memberikan pilihan untuk digunakan pada jaringan rahasia pemerintah atau untuk jaringan komersial itu sendiri.

Selain itu ponsel dengan ukuran 4.3 Inch tersebut juga dilengkapi dengam resolusi tampilan 540 x 960 piksel, dengan menggunakan prosesor Cortex A9 1.2 GHz dan kapasitas baterai hingga 1590 mAh, LTE, Bluetooth 2.1 dan system operasi Android dengan software keamanan yang spesifik.

Lebih canggihnya lagi ponsel pintar ini juga dilengkapi dengan sebuah slot untuk menambahkan modul yang berbeda sesuai dengan misi dari agen rahasia tersebut namun informasi ini masih belum diklarifikasi secara resmi.

Add a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *